Arus logistik dan mobilitas kendaraan niaga diprediksi melonjak tajam menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Jalur Tol Trans Jawa, mulai dari Merak hingga Probolinggo, kembali menjadi sorotan utama karena statusnya sebagai koridor dengan tingkat kecelakaan kendaraan niaga tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data musim liburan tahun lalu, lebih dari separuh kecelakaan di jalan tol nasional terjadi di ruas ini. Faktor manusia menjadi pemicu utama, disusul kondisi kendaraan yang menyumbang angka 22 persen dalam total insiden.
Menyikapi hal ini, produsen ban global Hankook Tire membagikan panduan keselamatan krusial bagi para pengemudi truk jarak jauh guna meminimalisir risiko kecelakaan di jalur tengkorak.
Jalur Tol Trans Jawa memiliki karakteristik jalan yang panjang, lurus, dan cenderung monoton. Kondisi ini sangat rawan memicu microsleep atau tidur sesaat tanpa disadari.
National Sales Manager Truck and Bus Radial (TBR) Hankook Tire, Ahmad Juweni, mengidentifikasi beberapa titik lelah kritis yang wajib diwaspadai, yaitu KM 360–370, KM 429, dan KM 570.
“Sangat penting bagi pengemudi untuk berhenti setiap empat jam sekali dengan durasi minimal 30 menit. Jangan memaksakan diri meski tujuan sudah dekat. Tidur singkat atau peregangan ringan bisa menyelamatkan nyawa,” tegas Ahmad.
Untuk memastikan perjalanan tetap aman di tengah beban muatan yang berat, berikut adalah ringkasan panduan teknis dari Hankook:
1. Inspeksi Ban dan Rem Secara Menyeluruh Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di dinding ban. Tekanan angin yang kurang akan memicu panas berlebih (overheat) dan merusak struktur ban. Selain itu, periksa ketebalan kampas rem; suara mencit atau pedal yang terasa dalam adalah sinyal bahaya.
2. Teknik Mengemudi di Jalur Menurun Ruas tol seperti Semarang-Solo memiliki kontur naik-turun yang ekstrem. Pengemudi disarankan menggunakan engine brake untuk menahan laju kendaraan. “Hindari pengereman mendadak yang memicu brake fading atau hilangnya daya cengkeram rem akibat panas berlebih,” tambah Ahmad.
3. Pilih Ban Sesuai Beban (Load Index) Gunakan ban dengan indeks beban yang tepat. Ketidaksesuaian antara berat muatan dan kemampuan ban dapat menyebabkan ban pecah secara tiba-tiba.
4. Sesuaikan Pola Tapak dengan Medan
- Pola Rib: Untuk jalan aspal (on-road).
- Pola Rib-Lug: Untuk medan campuran (mixed service).
- Pola Lug: Khusus untuk medan berat (off-road).
Sebagai dukungan teknis, Hankook menjagokan lini ban AH30 dan SmartFlex AH31. AH30 dirancang dengan profil tapak lebar untuk stabilitas maksimal, sementara SmartFlex AH31 merupakan ban all-season yang dilengkapi fitur anti-aquaplaning untuk menghadapi cuaca hujan ekstrem di akhir tahun.
“Ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Ia menjaga traksi, stabilitas, dan menentukan jarak pengereman,” tutup Ahmad.