Meludah Daun yang Masuk ke Mulutnya, Seorang Lansia di Inggris Dipaksa Bayar Denda Rp5,3 Juta

Seorang pria lanjut usia di Inggris didenda sebesar 250 poundsterling atau sekitar Rp5,3 juta setelah dilaporkan meludah ke tanah, padahal yang ia keluarkan dari mulutnya adalah daun yang tertiup angin secara tidak sengaja.

Kasus yang menimpa Roy Marsh, warga berusia 86 tahun, memicu perdebatan soal kewajaran penegakan aturan kebersihan di ruang publik, khususnya di kawasan wisata yang bergantung pada citra ramah pengunjung.

Peristiwa tersebut terjadi di Skegness, sebuah kota wisata di pesisir timur Inggris. Saat itu, Marsh sedang berhenti sejenak untuk beristirahat ketika berjalan melintasi area parkir. Angin kencang tiba-tiba meniupkan sehelai tanaman ke dalam mulutnya.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung meludahkannya. Tak lama kemudian, dua petugas penegak aturan lingkungan mendekatinya dan menuding tindakannya sebagai pelanggaran karena dianggap meludah ke tanah.

Roy Marsh menjelaskan kejadian itu dengan nada heran. “Saya meludahkannya, dan tepat saat saya berdiri untuk berjalan pergi, dua petugas penegak aturan menghampiri saya,” ujarnya dikutip Mashable Indonesia dari New York Post.

Menurut Marsh, ia sempat mengira para petugas hanya bercanda. Ketika dituduh meludah sembarangan, ia bahkan menyebut salah satu petugas sebagai ‘anak bodoh’, karena menganggap situasinya sepele dan jelas merupakan kecelakaan.

Namun anggapan tersebut keliru. Marsh justru dikenai denda maksimal sebesar 250 poundsterling. “Semuanya tidak perlu dan sama sekali tidak sebanding,” kata Marsh, mengenang pengalamannya

Ia menyebut telah mengajukan banding dan diberi tahu bahwa dendanya kemungkinan diturunkan menjadi £150 atau sekitar Rp3,2 juta. Meski demikian, ia tetap diwajibkan membayar jumlah penuh terlebih dahulu.

Kasus ini menuai sorotan dari kalangan pejabat lokal. Anggota Dewan Wilayah Lincolnshire, Adrian Findley, menilai tindakan petugas terlalu berlebihan dan berpotensi merusak citra kota wisata seperti Skegness. Ia menyebut kasus Marsh bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari pola penegakan aturan yang dianggap terlalu keras.

“Mereka sudah bertindak terlalu jauh,” ujar Findley. Jika saya datang berlibur ke sini dan diberi denda £250, saya tidak akan mau mengambil risiko untuk datang lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan semacam ini bisa membuat wisatawan enggan berkunjung, padahal sektor pariwisata menjadi penopang utama ekonomi lokal.

Findley juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menilai sebuah insiden. “Harus ada kebijaksanaan. Kita tidak bisa mengharapkan orang lanjut usia mengejar bungkus keripik yang tertiup angin di jalan,” katanya.

Ia berpendapat petugas seharusnya mampu membedakan antara pelanggaran yang disengaja dan kecelakaan murni, atau setidaknya memberi kesempatan kepada warga untuk meminta maaf dan memperbaiki keadaan sebelum menjatuhkan sanksi berat.

Di sisi lain, Dewan Distrik East Lindsey membela prosedur yang dijalankan petugasnya. Pihak dewan menyatakan bahwa petugas penegak aturan hanya akan mendekati individu yang terlihat melakukan pelanggaran kejahatan lingkungan.

Dewan juga menegaskan bahwa setiap tindakan penegakan diawasi secara ketat, tidak menargetkan kelompok usia atau latar belakang tertentu, serta tidak bersifat diskriminatif.

Kasus Roy Marsh menambah daftar panjang insiden serupa di Inggris. Pada Oktober 2025 lalu, seorang perempuan di London bernama Burcu Yesilyurt didenda £150 atau sekitar Rp3,2 juta karena menuangkan sedikit kopi ke saluran air hujan sebelum naik bus. Yesilyurt mengatakan tindakannya dilakukan secara spontan demi mencegah kopi tumpah saat perjalanan.

Ia menceritakan pengalamannya kepada BBC. “Begitu saya berbalik, saya melihat tiga petugas penegak aturan mengejar saya, dan mereka langsung menghentikan saya,” katanya.

Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. “Itu cukup mengejutkan,” ujar Yesilyurt, seraya mengaku merasa gugup setelah kejadian itu.

Rentetan kasus ini memunculkan pertanyaan publik mengenai batas antara penegakan aturan kebersihan dan penggunaan diskresi yang manusiawi.

Bagi banyak pihak, kejadian yang menimpa Roy Marsh menjadi simbol perlunya keseimbangan antara menjaga ketertiban lingkungan dan mempertimbangkan konteks serta niat di balik sebuah tindakan, terutama ketika menyangkut warga lanjut usia dan pengunjung kota wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • slot gacor new member
  • situs slot resmi indonesia
  • rekomendasi slot gacor
  • pola slot gacor hari ini
  • pola mahjong ways hari ini
  • game slot gacor
  • situs resmi slot
  • OLX707 pola mahjong ways
  • OLX707 sugar rush
  • OLX707 sugar rush jp
  • OLX707 pola scatter emas
  • OLX707 trik scatter hitam
  • link bandar toto
  • olx707 link resmi
  • link slot hari ini
  • link situs bandar gacor
  • olx707 link resmi 2026
  • olx707 login daftar 2026
  • slot hari ini
  • link bandar slot
  • olx707 link resmi kami
  • daftar slot gacor
  • link Slot Mudah Maxwin