
Persaingan inovasi kamera smartphone memasuki babak baru. Samsung Electronics dikabarkan tengah mengembangkan sensor kamera beresolusi tinggi dengan teknologi global shutter, sebuah terobosan yang selama ini dianggap sulit diterapkan pada kamera utama ponsel.
Menariknya, dilansir dari sisajournal-e.com (11/12/25), Apple juga disebut memiliki ketertarikan besar terhadap teknologi ini, bahkan telah menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk pengembangan sensor kamera generasi berikutnya.
Teknologi global shutter selama ini dikenal unggul dalam menangkap objek bergerak cepat tanpa distorsi. Berbeda dengan rolling shutter yang membaca gambar secara berurutan per baris, global shutter memungkinkan seluruh piksel merekam cahaya secara bersamaan.
Hasilnya, foto tetap tajam meskipun objek atau kamera sedang bergerak cepat. Namun, tantangan terbesar global shutter adalah kebutuhan ukuran piksel yang besar, yang membuatnya sulit diterapkan pada kamera smartphone beresolusi tinggi.
Tantangan Global Shutter di Kamera Smartphone
Mayoritas smartphone flagship saat ini masih mengandalkan rolling shutter. Teknologi ini lebih efisien dari sisi konsumsi daya dan memungkinkan resolusi kamera yang tinggi, tetapi memiliki kelemahan berupa distorsi saat memotret objek bergerak, seperti efek “melengkung” pada gambar.
Sebaliknya, global shutter mampu mengatasi masalah tersebut, namun strukturnya jauh lebih kompleks. Piksel global shutter membutuhkan komponen tambahan untuk membaca sinyal secara serempak, sehingga ukuran piksel membesar.
Inilah alasan mengapa global shutter selama ini lebih banyak digunakan pada kamera industri atau otomotif, bukan pada kamera utama smartphone.
Terobosan Samsung: Hybrid Global Shutter-Level
Samsung Electronics mencoba memecahkan masalah ini dengan pendekatan yang tidak konvensional. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut berhasil mengembangkan sensor kamera dengan performa setara global shutter, meskipun masih berbasis rolling shutter.
Kuncinya terletak pada struktur piksel baru dan teknologi algoritma. Samsung menggunakan piksel berukuran 1,5 mikrometer (µm), ukuran yang umum digunakan pada kamera utama smartphone flagship saat ini. Namun, piksel-piksel tersebut digabungkan dalam konfigurasi 2×2, sehingga secara digital membentuk unit piksel 3µm.
Yang membuatnya berbeda, Samsung menanamkan ADC (analog-to-digital converter) langsung ke tingkat piksel. Biasanya, sinyal analog dari piksel dikirim ke ADC terpisah, tetapi dalam desain ini, konversi sinyal dilakukan lebih dekat ke sumber data. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan data yang jauh lebih cepat, mendekati karakteristik global shutter.
Memang, masih terdapat sedikit efek rolling shutter, namun Samsung mengombinasikannya dengan algoritma kompensasi berbasis optical flow. Dengan menganalisis perubahan cahaya akibat pergerakan objek atau kamera, distorsi dapat dikoreksi secara digital, menghasilkan gambar yang nyaris setara dengan global shutter murni.
Apple dan Masa Depan Kamera iPhone
Ketertarikan Apple terhadap teknologi global shutter bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Apple tercatat mengajukan sejumlah paten terkait penerapan global shutter pada kamera iPhone. Kini, kabar bahwa Samsung System LSI bekerja sama dengan Apple untuk mengembangkan sensor CMOS generasi baru semakin menguatkan spekulasi tersebut.
Apple sendiri telah mengumumkan rencana investasi besar di Amerika Serikat dan menyebutkan kolaborasi dengan fasilitas manufaktur Samsung di Austin, Texas.
Banyak pihak industri meyakini bahwa chip yang dimaksud adalah sensor kamera untuk iPhone generasi mendatang, yang berpotensi membawa lompatan besar dalam kualitas fotografi mobile.
Jika terealisasi, kamera smartphone masa depan bukan hanya semakin tajam, tetapi juga semakin akurat dalam menangkap setiap momen, bahkan dalam gerakan tercepat sekalipun.
[ad_2]