Selama bertahun-tahun, PlayStation identik dengan konsol rumahan yang terhubung ke TV besar di ruang keluarga. Namun, arah industri game global kini berubah cepat.
Mobilitas, fleksibilitas, dan kenyamanan bermain di mana saja menjadi kebutuhan baru para gamer. Inilah alasan mengapa rumor mengenai PlayStation generasi berikutnya yang sepenuhnya portable terdengar semakin masuk akal dan bahkan strategis.
Bocoran terbaru menyebut proyek rahasia Sony dengan nama kode Project Canis tengah disiapkan sebagai konsol handheld mandiri, bukan sekadar perangkat pendamping seperti PlayStation Portal.
Yang mengejutkan, perangkat ini dikabarkan akan diluncurkan bersamaan dengan PlayStation 6, menjadikannya bagian inti dari strategi next-gen Sony, bukan produk sampingan.
Bila melihat sejarahnya, Sony sebenarnya bukan pemain baru di pasar handheld. PSP pernah menjadi fenomena global, sementara PS Vita gagal berkembang meski menawarkan hardware yang sangat mumpuni.
Kini, setelah melihat kesuksesan Nintendo Switch dan Steam Deck, Sony tampaknya belajar dari masa lalu dan siap kembali dengan pendekatan yang jauh lebih matang.
Perubahan perilaku gamer menjadi faktor kunci. Pemain modern tidak lagi ingin terikat pada satu ruangan. Mereka ingin melanjutkan progres game di perjalanan, saat istirahat kerja, atau bahkan di luar rumah.
Dengan ekosistem digital PlayStation yang sudah sangat besar, Sony melihat peluang emas untuk mempertahankan loyalitas pengguna lewat konsol portable generasi baru.
Menariknya, indikasi kuat tentang konsol ini justru tersembunyi di dalam update software PS5. Para developer dilaporkan diminta Sony untuk mengoptimalkan game mereka menggunakan fitur Power Saver Mode.
Secara permukaan, ini tampak seperti fitur hemat energi biasa. Namun, analis industri menilai langkah ini sebagai persiapan besar untuk memastikan game PlayStation dapat berjalan efisien di perangkat bertenaga rendah seperti handheld.
Yang membuatnya semakin meyakinkan, Sony disebut telah memperbarui seluruh dev kit lama untuk mendukung mode ini, sesuatu yang bahkan tidak dilakukan untuk PS5 Pro. Artinya, Sony ingin memastikan pustaka game mereka sudah “portable-ready” jauh sebelum konsol barunya diumumkan.
Dari sisi spesifikasi, Project Canis diperkirakan menggunakan APU custom dari AMD. CPU-nya dirumorkan mengusung konfigurasi Zen 6c, yang dirancang lebih hemat daya namun tetap bertenaga.
Kombinasi ini memungkinkan performa tinggi tanpa mengorbankan efisiensi baterai. Untuk urusan grafis, bocoran menyebut penggunaan arsitektur RDNA 5, yang secara teoritis mampu melampaui performa handheld gaming PC saat ini.
Untuk menopang performa tersebut, Sony disebut mempertimbangkan RAM LPDDR5X 16GB hingga 24GB. Kapasitas ini sangat krusial agar game tetap berjalan stabil dengan tekstur detail dan frame rate konsisten, terutama pada resolusi tinggi.
Salah satu aspek paling menarik adalah konsep hybrid docked mode. Saat digunakan secara portable, konsol ini diperkirakan menargetkan resolusi 1080p dengan konsumsi daya rendah.
Namun ketika dihubungkan ke TV melalui USB-C, performanya bisa ditingkatkan secara otomatis. Mode docked ini disebut mampu menghadirkan pengalaman bermain di resolusi 1440p, mendekati kualitas konsol rumahan.
Pendekatan ini memungkinkan Sony menghadirkan dua produk dalam satu ekosistem: konsol rumahan PS6 untuk performa maksimal dan konsol portable untuk fleksibilitas. Dengan strategi ini, Sony tidak perlu memaksa semua pemain membeli konsol mahal, namun tetap menjaga kualitas pengalaman gaming.
Meski begitu, muncul kekhawatiran apakah konsol portable ini akan membatasi potensi game next-gen. Sony tampaknya mengantisipasi hal tersebut lewat teknologi AI upscaling PSSR 2 (PlayStation Spectral Super Resolution).
Dengan bantuan AI, game bisa dijalankan pada resolusi lebih rendah di handheld, lalu ditingkatkan kualitas visualnya tanpa mengurangi kompleksitas gameplay.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan Nintendo Switch generasi baru dan rumor Xbox handheld— angkah Sony ini terasa logis. Dengan menawarkan kemampuan memainkan seluruh library PS4, PS5, dan PS6 dalam satu perangkat portable, Sony berpotensi menciptakan ekosistem gaming paling fleksibel di industri.
Walau peluncuran resminya masih diperkirakan sekitar 2027 atau 2028, fondasi menuju PlayStation portable generasi baru sudah mulai terlihat jelas.