Mayoritas pekerja Indonesia menunjukkan minat kuat untuk membangun karier di luar negeri, didorong ambisi pengembangan profesional dan pertimbangan finansial. Temuan ini terungkap dalam laporan global “Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja” yang dirilis oleh Jobstreet by SEEK bekerja sama dengan Boston Consulting Group (BCG) dan The Network.
Data tersebut menyebutkan bahwa 67% pekerja di Indonesia bersedia berpindah negara untuk bekerja, angka yang setara dengan rata-rata regional Asia Tenggara. Minat ini terutama mengemuka pada sektor berbasis teknologi, dengan profesi di bidang digitalisasi, data science, kecerdasan buatan (81%), serta teknik (77%) menjadi yang paling mobile.
“Tren ini mengindikasikan kepercayaan diri kandidat Indonesia untuk bersaing di pasar global. Pengalaman internasional mereka dapat menjadi modal berharga bagi ekosistem ketenagakerjaan nasional ketika suatu hari memutuskan kembali ke Tanah Air,” ujar Sawitri, Head of Country Marketing – Indonesia, Jobstreet by SEEK, Kamis (18/12).
Laporan tersebut memetakan tiga motivasi utama pekerja Indonesia mencari peluang di luar negeri. Pertimbangan karier, seperti keinginan memperoleh pengalaman internasional dan memperkaya keahlian, menjadi pendorong terbesar (70%).
Diikuti oleh alasan finansial (60%) untuk mendapatkan kompensasi lebih baik, serta keinginan meningkatkan kualitas hidup (48%), termasuk melalui lingkungan kerja dan perlindungan kesehatan yang lebih baik.
Jepang (32%), Australia (29%), dan Singapura (19%) tercatat sebagai tiga destinasi paling populer bagi pekerja Indonesia.
Di satu sisi, Jobstreet by SEEK melalui gerakan #NextMillionJobs terus berfokus mempertemukan kandidat dengan peluang dalam negeri. Data internal menunjukkan, satu dari tiga pencari kerja di Indonesia berhasil mendapatkan pekerjaan melalui platform mereka.
Di sisi lain, platform ini juga mengakomodasi minat global dengan menyediakan akses ke lebih dari 400 ribu lowongan harian di delapan negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Filipina.
“Teknologi AI dalam platform kami membantu kandidat mencocokkan profil dengan peluang yang aman dan relevan, baik lokal maupun global,” tambah Sawitri.
Merespons tingginya minat ini, Jobstreet by SEEK memberikan sejumlah panduan praktis untuk menghindari risiko penipuan dalam mencari kerja ke luar negeri:
- Verifikasi Sumber Lowongan: Gunakan platform resmi dan terpercaya yang melakukan verifikasi terhadap perusahaan pemberi kerja.
- Tinjau Kontrak Secara Hati-hati: Pahami seluruh klausul dalam kontrak kerja, terutama terkait gaji, akomodasi, dan izin kerja, sebelum menandatangani.
- Waspada Biaya di Muka: Kandidat tidak boleh diminta membayar biaya rekrutmen atau proses visa kepada pemberi kerja atau agen sebagai syarat mendapatkan pekerjaan. Biaya relokasi harus diatur jelas dalam kontrak.
- Optimalkan Profil Digital: Perbarui profil di platform pencarian kerja secara berkala dengan informasi dan kata kunci yang relevan untuk memudahkan pencocokan algoritmik dengan lowongan yang aman.